Jakarta – Presiden Prabowo Sugiarto menghendaki dalam dua tahun pemerintahannya, angka kemiskinan ekstreme dapat terhapus.
Buntutnya, Integrasi data masyarakat miskin menjadi program prioritas dalam seratus hari kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Seperti diketahui, Saat ini angka kemiskinan ekstrem sebesar 0,83 persen dari total keluarga miskin pada 2024 sebanyak 25,22 jiwa.
Integrasi data keluarga miskin ini bertujuan untuk mewujudkan distribusi bantuan sosial secara adil dan tepat sasaran. Dengan demikian, angka kemiskinan di Indonesia menurun sesuai dengan target Presiden Prabowo.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Presiden Prabowo juga menargetkan penurunan angka kemiskinan absolut menjadi di bawah 5 persen pada akhir masa pemerintahannya atau pada 2029.
“Tingkat kemiskinan absolut pada 2024 ini berada di angka 9,03 persen dari total keluarga miskin,” terangnya.
Karena itu, kata Saifullah, semua kementerian menunggu hasil integrasi data keluarga miskin agar segera dapat merealisasi berbagai program penghapusan kemiskinan pada tahun depan.
“Kalau ini terwujud, angka kemiskinan kita akan terus menurun,” kata Saifullah, Ahad, 29 Desember 2024.
Saifullah tetap optimistis target tersebut dapat tercapai meski terjadi kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen mulai awal tahun depan.
Kenaikan pajak itu dinilai tak akan membuat makin banyak penduduk menjadi miskin karena pemerintahan Prabowo sudah menyiapkan berbagai program bantuan sosial kepada masyarakat.
Kriteria masyarakat miskin juga masih mengacu pada ketentuan sebelumnya. (*/Tem)




