Muba Maksimalkan Persiapan Sarana dan Prasarana untuk STQH ke-28
Sekayu, – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tengah mempersiapkan segala aspek untuk menyukseskan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) ke-28 tingkat Kabupaten Muba yang dijadwalkan pada 21-27 Februari 2025. Berbagai persiapan sarana dan prasarana STQH MUBA pun telah dimatangkan untuk memastikan acara tahunan ini berlangsung lancar, meriah, dan sukses.
Pada rapat persiapan yang digelar di Ruang Rapat Serasan Sekate Sekretariat Daerah Kabupaten Muba pada Senin (20/1/2025), Staf Ahli Bupati Bidang Politik Hukum dan Pemerintahan, Drs. Nwardi Endang MSi, menekankan pentingnya penyediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pelaksanaan STQH. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh fasilitas yang digunakan dalam pelaksanaan STQH mendukung kenyamanan peserta dan tamu undangan, serta memastikan kelancaran setiap perlombaan,” ujar Nwardi.
Kecamatan Sekayu, yang terpilih sebagai tuan rumah utama, akan menjadi pusat pelaksanaan STQH. Sebagai lokasi utama, Masjid Al Wustho di Kelurahan Soak Baru telah dipersiapkan dengan fasilitas terbaik untuk menjadi tempat pembukaan dan perlombaan utama. Selain itu, beberapa masjid lainnya, seperti Masjid Baitul Izzah di Kelurahan Kayuara dan Masjid Al-Ashri di Kelurahan Serasan Jaya, juga akan menjadi lokasi cabang perlombaan.
Herianto SPdi MSi, Plh. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Muba, mengungkapkan bahwa dalam rangka menunjang kelancaran acara, pihaknya telah mempersiapkan sarana yang lengkap, termasuk penataan panggung, sistem suara, serta kebutuhan perlombaan yang lain. “Setiap masjid yang menjadi venue sudah disiapkan dengan fasilitas yang memadai, seperti area tempat duduk, sistem audio yang baik, serta peralatan perlombaan yang lengkap,” jelas Herianto.
Tidak hanya itu, pihak kecamatan dan desa juga turut berperan dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan STQH. Camat Sekayu, Edi Haryanto SH MSi, menyatakan bahwa semua sarana prasarana di tingkat kecamatan akan dilibatkan, mulai dari ruang publik hingga infrastruktur jalan untuk memastikan kelancaran mobilitas peserta dan pengunjung. “Kami sudah koordinasikan dengan berbagai pihak untuk menyiapkan akses jalan yang lancar menuju venue utama dan tempat perlombaan lainnya. Kami juga menyiapkan tempat parkir dan fasilitas umum yang memadai,” ungkap Edi.
Selain itu, pihak keamanan juga telah dilibatkan untuk memastikan bahwa pelaksanaan STQH berjalan dengan aman dan tertib. Pengamanan akan ditingkatkan di setiap venue untuk memberikan kenyamanan kepada peserta dan pengunjung. “Kami ingin STQH ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momen spiritual yang berjalan dengan lancar dan aman,” tambah Edi.
Dalam rapat tersebut, Drs. Nwardi Endang MSi juga menekankan bahwa STQH ke-28 diharapkan menjadi ajang yang tidak hanya menonjolkan kualitas perlombaan, tetapi juga mampu menggali potensi qori dan qoriah muda Kabupaten Muba. “Dengan sarana dan prasarana yang memadai, kami berharap event ini bisa menarik minat generasi muda untuk lebih mencintai Al-Qur’an dan Hadits, sekaligus menjadi syiar agama yang menginspirasi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari persiapan, masjid-masjid yang terpilih sebagai venue perlombaan telah diperbaiki dan dipersiapkan secara menyeluruh. Selain penataan fisik, pihak panitia juga mengoptimalkan sistem tata kelola acara, seperti jadwal perlombaan yang terorganisir dengan baik dan penyediaan konsumsi bagi peserta dan panitia.
Selain STQH, Muba juga mempersiapkan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang akan diadakan pada 18 Februari 2025 di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate. Peringatan ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kenyamanan tamu undangan, serta memberikan suasana yang khidmat dan meriah.
Dengan segala sarana dan prasarana yang telah dipersiapkan, baik untuk STQH maupun Peringatan Isra Mi’raj, diharapkan kedua acara ini dapat terlaksana dengan sukses, memberikan dampak positif bagi masyarakat, dan memperkuat ukhuwah islamiah di Kabupaten Muba. (*)





